Salam Redaksi

Selamat datang di Suara Demartha

Sabtu, 26 Juni 2010

BEM KM FK UNAND 2010


DAFTAR NAMA PENGURUS BEM KM FK UNAND 2010

Ketua Umum : Lukman Hakim
Sekretaris Umum : Hendra Amalfi
Bendahara Umum : Rahmani Welan

PSDMO
Defri Heryadi (Koordinator)
M. Ridho Aditya
Wenny Widyastuti
Fitria Ramanda
Fitri Dwi Anggraini
Asfahani Latiefah
Utari Ganeri
Faisal Fadlan
Cintya Agreayu Dinata
Annisa Oktania Shalihat
Akbar Shiddiq

DIMAS
Wahidatul Nindya P (Koordinator)
Jen Alpario
Putri Embun
Tiara Chans
Lucyana
Dion Prartama
Aulia Tivani
Irma Suryani
Haslan Muhaimin Lubis
Rahmat Hidayat
Azhimil Akbar

INFOKOM
Engga Demarta (Koordinator)
Rahmat Saleh Eka
Fajar Pradana Putra
Ummul Azmi
Fitria Rahmi
Yudhi Aulia
Sally Felicia
Yu’i Muya
Putri Rizka

PENDPRO
Ivony Devora (Koordinator)
Thesa aryanti
Flori Puspa Humani
Marya Sholehati
Sri Utari Saraswati
Erhika
Panji Andhika
Rahmi Ramadhani
Abdul Razak
Medika Prasetya

FUNGSIONAL
Boby Rojas (Koordinator)
Alifia Helmi
Choga Ilham Arlando
Fenty Novera
Miftah Adityagama
Feby Andamoti
Bram Sesario
Leni Lestari

KESTARI
Mutia Kamala (Koordinator)
Henry Pramata
Silvia Faulit
Novia Puspita
Dita Az-zahra
Mutia Restu Ayu
Prima Zola

DANUS
Prima (Koordinator)
Defriani Zalerti
Latifah
Feby Oktaviani
Ade Nurul Khairani
Evy Wisudarni
Bikrulmal
Vivi Hafizarni

KESMA
Mangaraja Viktor (Koordinator)
Lucky
M. Anshar
Meliza Viona
Putri Dwi Okmalinda
Randa Novalinu
Siti Masyita Putri Utami

KASTRAT
Fitrus Oktariza (Koordinator)
Heka Widya Putri
Mustika Arini
Riri Hayetillah
Rizki Muhammad Rananda
Aldi Prima Wansya
Genta Pradana
Husnul Wahyuni
Ervan Aditya

EXTERNAL
Rio Fajar Utomo (Koordinator)
Irsyad K H
Dita Eka Noviana
Ramadhan A P
Harly Pratiwi Indah
Yudi Ichsan Ranata

Muskuloskeletal : DUNCHENNE MUSCULAR DISTROPHY

Epidemiologi :
o Biasanya menyerang anak perempuan
o Insiden 1 : 3500 kelahiran bayi
o perempuan carrier

Etiologi :
o X linked ressesif
• 96% ® frameshift mutation
• 30% ® new mutation
o Gen ini berlokasi pada lengan pendek kromosom X yang memproduksi distrofin pd membran sel otot. Jika terjadi delesi : distrofia muscular

Gejala Klinis :
o Fenomena Gowers
o Waddling gait
o Lordosis punggung
o Pseudo hipertrofi betis
o Kelemahan otot simetris
o Perjalanan klinis yang progresif
o Jantung ® kardiomyopati
EKG:
o Gelombang R prominent
o Gelombang Q abnormal
o RVH
o Depresi / elevasi segmen ST
o Inversi/flattening gel T
o Gelombang U prominent
o 50-80% kasus menjadi gagal jantung
o Retardasi mental
o IQ rata-rata : 85
o 20-30% ® IQ < 70
o Non progresif
o Tak ada hubungan antara IQ dengan umur & lama menderita sakit

Diagnosis :
Diagnosis ditegakkan berdasarkan:
o Gambaran klinis yg khas
o Peningkatan kadar enzim Creatin kinase (>5000 U/l)
o EMG ® gambaran miogenik yg khas
o Biopsi otot
o Uji distrofin

Terapi :
o Pengobatan khusus (-) simtomatik & supportif
o Kortikosteroid : Penelitian multisenter prednison 1,5 mg/kgBB/hr selama 6 bln terjadi perbaikan fungsi otot.
o Imunosupresif : cyclosporin 5 mg/kg/hr selama 2 bln
o Terapi gen, gene replacement dengan transplantasi mioblas atau penggantian distropin dengan protein distropin related, hasil belum memuaskan, hanya 1 5 sel donor yang hidup

Prognosis :
o Prognosis : jelek
o Usia dekade 2 atau 3 : meninggal karena infeksi sekunder atau gangguan kardiorespirasi

Muskuloskeletal : SPINAL MUSCULAR ATROPHY

Yaitu suatu penyakit kelemahan otot kongenital akibat tidak berkembangnya radiks anterior yang berfungsi sebagai motorik.

Epidemiologi :
o Tipe 1 SMA atau penyakit Werdnig-Hoffman→berat, infantil, degenerasi sel kornu anterior bentuk herediter
o Autosomal resesif
o Onset masa bayi
o Ditemukan pertama oleh Werdnig (Austria) dan Hoffmann (Jerman) : 1891-1900
Etiologi :
o behubungan dengan defek genetik kromosom 5 region 13
o Tidak berkembangnya duplikasi yang berisi 2 kopi dari 2 gene secara umum hilang .Contoh : Survival motorneuron gene (SMN) dan Neuronal Apoptosis Inhibitory Protein (NAIP)

Klasifikasi :
Bentuk berat tipe 1 :
o Onset pada usia 6 bulan
o kegagalan perkembangan untuk duduk,
o Meninggal sebelum usia 2 tahun

SMA tipe 2 :
o onset < 18 bln
o gagal perkembangan kemampuan berdiri
o meninggal setelah 2 tahun

SMA tipe 3 (Kugelberg-Welander Disease)
o onset setelah 18 bulan
o ada kemampuan untuk berdiri dan berjalan
o meninggal pada masa dewasa muda

Tipe lain (Tipe 0)
o onset prenatal
o gangguan nafas saat lahir
o defisit gerakan wajah dini
o meninggal usia 3 bulan

Gambaran Klinis :
o Onset : SMA Tipe 1 munculan klinis saat lahir/beberapa bulan.
o Usia pertengahan 1-2 bln.
o Onset saat lahir atau periode neonatus dini
o Penurunan kemampuan gerak pada trimester akhir kehamilan
o Dapat terjadi asfiksia dan RDS
o Defisit pergerakan wajah dini, kelemahan berat yang menyeluruh, meninggal usia dini
o Gambaran neurologis Sering muncul
o Hipotonia umum dan berat
o Kelemahan yang berat, bersifat umum
o Pergerakan minimal pinggul dan bahu
o Ekstremitas bawah > berat dari ekstremitas atas
o Kelumpuhan otot umum → proksimal >> distal
o Keterlibatan otot-otot punggung dan leher biasanya berat
o Atrofi otot berat dan umum
o Tremor pada jari (polyminimioclonus)
o Arefleksia total, kadang-kadang beberapa refleks masih ada
o Kelemahan anggota gerak menyebabkan posture yg khas → frog leg position
o Ekstremitas atas abduksi & rotasi internal/eksternal pd sendi bahu → jug handle
o Dada anterior kolaps & bell shape
o Distensi abdomen & retraksi interkostal saat bernafas (kelemahan otot interkostal)
o Pernafasan dg diafragma relatif masih berfungsi
o Keterlibatan inti syaraf kranial kurang dibandingkan sel kornu anterior
o Kontraktur pada pergelangan tangan dan kaki 10-20 %
o Fungsi sensasi dari spinter normal terdapat pada penyakit sumsum tulang belakang mayor dan kelainan persyarafan perifer
o Respon pendengaran dan penglihatan normal
o Tidak ada reflek total, tanpa ptosis, oftalmoplegia, kelemahan otot wajah

Diagnosis :
o Hipotonia → umum & berat
o Kelemahan otot → berat, umum, proksimal > distal
o Arefleks
o Posture yg khas → frog leg position
o Dada kolaps
o Tangis lemah
o Sulit menelan & mengisap
o Gerakan ekstra okular normal
o Fungsi sensoris & spingter normal

Pemeriksaan :
Pemeriksaan labor
o Enzym Serum : CK normal pada tipe I

Eletromiografi
o EMG : ada fasikulasi dan fibrilasi
o Amplitudo dan durasi
o Kecepatan konduksi syaraf : Normal, Pada kasus berat : dapat menurun

Biopsi otot :
o Menurunnya persyarafan
o ↑ Jaringan penyambung dihubungkan dengan atrofi otot
o Hipertrofi otot > kelompok yang diduga karena faktor persyarafan
o Hasil patologi ini berkorelasi dengan bentuk kelemahan otot

Terapi :
o Hisap lendir berkala di oropharing
o Pemakaian NGT sementara
o Gastrostomy / Gastroyeyunostomy feeding ( bila disfagia berat)
o Pemberian Antibiotik
o Chest fisioterapi
o Ventilasi tekanan positif non invasive
o Drainase
o Tracheotomy dan ventilasi mekanik
o Latihan pergerakan
o Memberi semangat pada orangtua (pada kasus yang berat)
o Pemberian hormon Thyrothropin Releasing tidak bermanfaat

Muskuloskeletal : ANOMALI EXTREMITAS CONGENITAL

Epidemiologi :
Insiden 1 : 2500 kelahiran hidup

Etiologi :
o Genetik
o Lingkungan
o Infeksi virus
o Radiasi
o Obat-obatan selama kehamilan

Penyakit ini dibagi dalam 5 kelompok :
o Kegagalan perkembangan
o Kegagalan diferensiasi
o Cacat fokal
o Perkembangan yang berlebihan atau terhambat
o Cacat umum

7.1. Kegagalan Perkembangan
7.1.1. Kegagalan Transversal
Amputasi Kongenital
Suatu keadaan dimana bayi baru lahir tidak memeliki sebuah lengan atau sebuah tungkai atau bagian dari lengan atau tungkai (paling sering tidak adanya jari-jari)
Penyebabnya tidak diketahui pasti, tapididuga pemakaian talidomid sebagai obat untuk mengatasi morning sickness
Terapi : agar anggota geraklebih fungsional bisa digunakan lengan atau tungkai palsu.

7.1.2. Kegagalan Aksial
Radial Club Hand / Hipoplasia Radius
Kejadian yang terjadi pada lengan dimanatulang bawah lengan tidak terbentuk sama sekali, sehingga tangan tidak tersangga dengan baiksehingga menekuk ke dalam. Biasanya disertai dengan tidak adanya ibu jari.
Terapi : koreksi definitif berupa tindakan bedah (usia 3 tahun) yakni dengan mesentralisaskan pangkal tangan(karpal) pada tulang ulna. Sebelum mencapai usia 3 tahun dilakukan pemasangan gips atau brace. Jika tidak ada ibu jari,jari telunjuk dapat di transplantasikan untuk berfungsi sebagai ibu jari (policization)

7.2. Kegagalan Diferensiasi
Sindaktili
Yaitu fusi kulit atau tulang jari yang berdekatan pada tangan dan kaki
Terapi : dikoreksi dengan memisahkan jari-jari dan memperbaiki cacat dengan cangkokan kulit.

Kamptodaktili
Yaitu deformitas fleksi menetap pada sendi interfalangeal proksismal (biasanya pada kelingking). Sering bilateral tetapi deformitas jarang nyata sebelum berumur 10tahun.
Terapi : tidak diperlukan

Klinodaktili
Yaitu jari-jari bemgkok. Juga mengenaikelingking, diwarisi sebagai suatu sifat autosomal dominan
Terapi :tidak diperlukan

7.3. Cacat Foka
Polidaktili (Jari Lebih)
Yaitu jumlah jari lebihdari normal
Terapi : biasanya tidak ada keluhan,tapijari bisa diamputasi untuk alasan kosmetik.

Constriction Band’s Ring (Streeter’s Dysplasia)
Bisa mengenai bagian tubuh mana saja termasuk tangan dan jari
Etiologi : tidak diketahui pasti, tapi diduga karena defek pada germ plasma berupa kegagalan perkembangan mesodermal bawah kulit.
Manifestasi klinis :
o Tampak berupa jaringan yang melingkar seperti cincin
o Edema dibagiandistal dari ring karena gangguan sirkulasi dan gangguan pada aliran lymphe
Terapi : kulit yang menjepit dipotong dan diperbaiki dengan Z plasti atau pencangkokan

7.4. Perkembangan yang Berlebihan atau Terhambat
Macrodaktili
Yaitu jari-jari terlampau panjang dan besar
Terapi : Umumnya dibiarkan saja karena jika dilakukan tindakan bedah akan banyak komplikasi yang akan timbul.

Microdaktili
Yaitu jari-jari terlalu pendek
Terapi : diberi terapi pemanjangan tulang.

7.5. Cacat Umum
Kelainan umum misalnya pada sindroma Marfan (tangan laba-laba) atau akondroplasia (tangan trident)

Muskuloskeletal : ANOMALI EXTREMITAS CONGENITAL

Epidemiologi :
Insiden 1 : 2500 kelahiran hidup

Etiologi :
o Genetik
o Lingkungan
o Infeksi virus
o Radiasi
o Obat-obatan selama kehamilan

Penyakit ini dibagi dalam 5 kelompok :
o Kegagalan perkembangan
o Kegagalan diferensiasi
o Cacat fokal
o Perkembangan yang berlebihan atau terhambat
o Cacat umum

7.1. Kegagalan Perkembangan
7.1.1. Kegagalan Transversal
Amputasi Kongenital
Suatu keadaan dimana bayi baru lahir tidak memeliki sebuah lengan atau sebuah tungkai atau bagian dari lengan atau tungkai (paling sering tidak adanya jari-jari)
Penyebabnya tidak diketahui pasti, tapididuga pemakaian talidomid sebagai obat untuk mengatasi morning sickness
Terapi : agar anggota geraklebih fungsional bisa digunakan lengan atau tungkai palsu.

7.1.2. Kegagalan Aksial
Radial Club Hand / Hipoplasia Radius
Kejadian yang terjadi pada lengan dimanatulang bawah lengan tidak terbentuk sama sekali, sehingga tangan tidak tersangga dengan baiksehingga menekuk ke dalam. Biasanya disertai dengan tidak adanya ibu jari.
Terapi : koreksi definitif berupa tindakan bedah (usia 3 tahun) yakni dengan mesentralisaskan pangkal tangan(karpal) pada tulang ulna. Sebelum mencapai usia 3 tahun dilakukan pemasangan gips atau brace. Jika tidak ada ibu jari,jari telunjuk dapat di transplantasikan untuk berfungsi sebagai ibu jari (policization)

7.2. Kegagalan Diferensiasi
Sindaktili
Yaitu fusi kulit atau tulang jari yang berdekatan pada tangan dan kaki
Terapi : dikoreksi dengan memisahkan jari-jari dan memperbaiki cacat dengan cangkokan kulit.

Kamptodaktili
Yaitu deformitas fleksi menetap pada sendi interfalangeal proksismal (biasanya pada kelingking). Sering bilateral tetapi deformitas jarang nyata sebelum berumur 10tahun.
Terapi : tidak diperlukan

Klinodaktili
Yaitu jari-jari bemgkok. Juga mengenaikelingking, diwarisi sebagai suatu sifat autosomal dominan
Terapi :tidak diperlukan

7.3. Cacat Foka
Polidaktili (Jari Lebih)
Yaitu jumlah jari lebihdari normal
Terapi : biasanya tidak ada keluhan,tapijari bisa diamputasi untuk alasan kosmetik.

Constriction Band’s Ring (Streeter’s Dysplasia)
Bisa mengenai bagian tubuh mana saja termasuk tangan dan jari
Etiologi : tidak diketahui pasti, tapi diduga karena defek pada germ plasma berupa kegagalan perkembangan mesodermal bawah kulit.
Manifestasi klinis :
o Tampak berupa jaringan yang melingkar seperti cincin
o Edema dibagiandistal dari ring karena gangguan sirkulasi dan gangguan pada aliran lymphe
Terapi : kulit yang menjepit dipotong dan diperbaiki dengan Z plasti atau pencangkokan

7.4. Perkembangan yang Berlebihan atau Terhambat
Macrodaktili
Yaitu jari-jari terlampau panjang dan besar
Terapi : Umumnya dibiarkan saja karena jika dilakukan tindakan bedah akan banyak komplikasi yang akan timbul.

Microdaktili
Yaitu jari-jari terlalu pendek
Terapi : diberi terapi pemanjangan tulang.

7.5. Cacat Umum
Kelainan umum misalnya pada sindroma Marfan (tangan laba-laba) atau akondroplasia (tangan trident)

Muskuloskeletal : MARFAN'S SYNDROM

Adalah suatu penyakit jaringan ikat keturunan yang menyebabkan kelainan pada pembuluh darah dan jantung, kerangka tubuh dan mata

Etiologi :
Mutasi fibrin 1 (FBN1) gene, kromosom 15q21.1

Gejala :
Kelainan pembuluh darah dan jantung
o Kelemahan pada dinding aorta bisa menyebabkan pelebaran sehingga terbentuk aneurisma
o Darah bisa menyusup diantara lapisan-lapisan dinding pembuluh darah (diseksi aorta)
o Jika aorta melebar bisa terjadi regurgitasi katup
o Prolaps katup mitral

Kelainan kerangka tubuh
o Penderita bertambah tinggi dan kurus
o Araknodaktili (lengan dan tungkai panjang dengan jari menyerupai laba-laba)
o Kelainan dada (pektus ekskavatum /dada cekung dan pektus karinatum / dada burung)
o Kifoskoliosis (bongkol punggung disertai kelengkungan tulang belakang yang abnormal)
o Langit-langit mulut tinggi, kaki datar, gigi bertumpuk

Kelainan mata
o Miopia : dislokasi (kelainan letak) lensa mata,ablasio retina (retina terlepas)

Diagnosa :
Berdasarkan tampilan klinis



Pengobatan :
o Pemeriksaan mata dilakukan 1x per tahun, jika terjadi gangguan penglihatan segera dikoreksi
o Reserpin atau propanolol bisa digunakan untuk mencegah pelebaran dan diseksi aorta. Jika aorta melebar bisa dilakukan pembedahan untuk memperbaiki ataupun menggantinya
o Kepada anak perempuan yang sangat tinggi bisa dianjurkan untuk menjalani terapi hormon (estrogen dan progesteron) diberikan ketika berumur 10 tahun untukmerangsang pubertas dini sehinggapertumbuhan tulang tehenti

Muskuloskeletal : SKOLIOSIS BAWAAN

Adalah kekengkungan lateral kolumna vertebralis kongenital (osteopatik) umumnya merupakan bagian dari kelainan kongenital tulang belakang. Anomali lainnya mencakup hemivertebrae, wedged vertebrae, fusi vertebrae, dan pada jaringan di sekitarnya sering ditemukan angioma, naevi, rambut yang berlebihan.

Diagnosis :
Anamnesis
Mungkin di ketahui ada riwayat skoliosis dalam keluarga atau keterangan lainnya mengenai kelainan selamakehamilan atau persalinan.

Gambaran klinis :
o deformitas punggung yang jelas terkihat atau suatu benjolan pada kurva toraks
o penonjolan asimetris salah satu panggul pada kurva torakolumbal.

Pemeriksaan Radiologi :
Besarnya sudut pembengkokkan vertebrae diukur menggunakan cobb’s

Terapi :
Bergantung pada besarnya sudut pembengkakkan vertebrae dan usia penderita
o bila penderita masih diusia pertumbuhan dan sudutbengkoknya > 40’ maka di operasi koreksi dengan batang harrington dan fusi posterior
o jika < 40’ makadi pakai alat untuk mencegah bertambahnya pembengkokkan seperti alat penguat milwaukee